Langsung ke konten utama
TfGpGSW8TSCpTUdpTpd7TSriTA==

Headline

Search

VinFast Mulai Produksi Lokal Bulan Ini, Strategi Bisnis 2026 Terungkap!

Sastravani - Produsen mobil listrik dari Vietnam, Vinfast membuka beberapa cara untuk meningkatkan pangsa pasar dalam segmentasi elektrifikasi, sekaligus mengatur strategi bisnis 2026.

Pimpinan PT VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan bahwa perusahaan akan segera mulai melakukan perakitan mobil listrik di dalam negeri pada bulan ini, yang kemudian akan langsung disebarkan melalui jaringan agen penjualan.

"Vinfast berencana memulai produksi skala besar pada Januari 2026, dengan unit perdana akan diproduksi dan dikirimkan ke jaringan dealer beberapa bulan kemudian," kata Kariyanto kepada Bisnis , dikutip Selasa (20/1/2026).

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Vinfast berencana memperkuat posisinya secara besar-besaran di pasar Indonesia dengan merilis model mobil listrik terbaru dan sepeda motor listrik yang sesuai dengan keinginan para pengguna lokal.

Selain itu, perusahaan juga berencana mempercepat penyebaran jaringan ritel di dalam negeri agar dapat menjangkau pasaran yang lebih luas. Sejalan dengan hal tersebut, bekerja sama dengan mitra V-GREEN dan GSM, Vinfast akan memperbesar kapasitas operasional serta fasilitas pengisi daya untuk mendorong penerimaan mobil listrik secara menyeluruh.

Diketahui bahwa dalam tahap pertama, Vinfast sudah melakukan investasi senilai lebih dari USD 300 juta dengan kemampuan produksi awal mencapai sekitar 50.000 kendaraan setiap tahunnya. Pabrik Vinfast yang terletak di Subang, Jawa Barat, didirikan di area seluas 171 hektar.

Di tengah waktu yang akan datang, perusahaan merencanakan untuk menaikkan nilai investasi sampai mencapai USD 1 miliar. Bersamaan dengan hal tersebut, kemampuan produksi diharapkan meningkat menjadi 350.000 unit kendaraan setiap tahun agar dapat memenuhi permintaan pasar dalam negeri serta membuka kesempatan ekspor.

Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa harga kendaraan listrik Vinfast belum langsung berubah segera setelah diproduksi secara lokal. Hal ini karena kebijakan penentuan harga Vinfast senantiasa diambil setelah melakukan analisis mendalam terkait situasi pasar.

Tujuan utama perusahaan ialah menyediakan mobil listrik berkelas dengan harga yang bersaing dan bisa diakses oleh masyarakat Indonesia. Pabrikasi lokal di Subang diharapkan membantu mencapai target ini dengan memperkuat jalur suplai serta meningkatkan efektivitas produksi," ujar Kariyanto.

Dari sisi penjualan, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pengiriman mobil Vinfast melalui sistem grosir selama tahun 2025 mencapai 10.886 unit. Sementara itu, penjualan langsung kepada konsumen di periode yang sama tercatat sebesar 10.630 unit.

Di sisi lain, jumlah penjualan kendaraan listrik secara grosir di seluruh negeri pada tahun 2025 berjumlah 103.931 unit. Angka ini meningkat signifikan sebesar 140,64% dibandingkan pencapaian pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 43.188 unit.

Pasaran mobil listrik di tahun 2026 diperkirakan akan menghadapi hambatan karena penghapusan subsidi impor utuh (CBU), yang meliputi pemberian kekebalan bea masuk, mulai akhir tahun ini.

Next Post

0Komentar

© Copyright - SastraVani. All rights reserved.