Perut Sakit Saat Lari? Ini Cara Mengatasinya!

Hai, Sobat! Mau mulai hidup sehat tapi bingung olahraga apa yang cocok? Coba deh lari! Yup, lari itu pilihan sempurna buat kamu yang baru mau membiasakan diri beraktivitas fisik. Gak perlu alat mahal atau keahlian khusus, tinggal kenakan sepatu lalu melangkah.
Selain mudah, lari juga punya segudang manfaat, salah satunya untuk kesehatan jantung kita. Bahkan, sebuah penelitian di Journal of the American College of Cardiology menyebutkan, orang yang rutin lari atau jogging punya risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.
Tapi, pernah gak sih, pas lagi semangat-semangatnya lari tiba-tiba perut terasa kram atau nyeri? Wah, pasti bikin mood olahraga jadi berantakan, ya. Tenang, kamu gak sendirian! Banyak pelari, terutama pemula, yang sering mengalami hal ini. Penyebabnya beragam, tapi yang pasti ada solusinya. Yuk, kita kupas akar masalahnya dan cari tau cara mencegahnya.
Kenapa Perut Sakit Saat Lari?
Rasa nyeri atau kram itu biasanya terjadi karena otot-otot di sekitar perut kita sedang mengalami ketegangan. Beberapa hal yang bisa memicunya antara lain:
Oksigen ke Perut Terganggu: Saat lari, tubuh butuh banyak oksigen untuk diubah jadi energi. Sayangnya, oksigen ini lebih diprioritaskan untuk otot-otot besar yang aktif bergerak, seperti kaki, sehingga pasokan ke otot perut bisa berkurang dan memicu kram.
Kekurangan Cairan (Dehidrasi): Lari bikin kita berkeringat dan kehilangan cairan. Kalau kurang minum sebelum atau selama lari, dehidrasi bisa datang dan... halo, kram perut!
Otot Perut yang Lelah: Lari jarak jauh atau intensitas tinggi bisa membuat otot perut kelelahan, persis seperti otot kaki yang pegal.
Masalah Pencernaan: Ini nih yang sering bikin salah. Lari tepat setelah makan berat bisa mengacaukan sistem pencernaan dan bikin perut mules. Isi perut yang masih penuh akan ‘berayun’ dan menekan organ sekitar, akhirnya timbul rasa sakit.
Tekanan pada Rongga Perut: Gerakan lari yang berulang memang bisa membuat organ dalam kita sedikit ‘bergesekan’. Tekanan ini bisa menarik jaringan ikat di perut dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kalau tiba-tiba kram menyerang saat lari, jangan dipaksakan, ya! Segera kurangi kecepatan, berjalanlah pelan-pelan, dan fokus mengatur napas. Tarik napas dalam-dalam lewat hidung, lalu hembuskan perlahan lewat mulut selama beberapa menit. Cara sederhana ini seringkali ampuh meredakan nyeri.
Cara Mengatasi Perut Sakit Saat Lari
Mencegah selalu lebih baik, kan? Ini dia beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan:
Pemanasan & Atur Napas: Jangan langsung tancap gas! Luangkan waktu 5-10 menit untuk pemanasan ringan. Saat pemanasan, coba latihan pernapasan perut: letakkan tangan di perut, tarik napas dalam lewat hidung sampai perut mengembang, lalu buang perlahan. Ini membantu melatih otot diafragma.
Jaga Jarak dengan Waktu Makan: Kasih waktu jeda yang cukup bagi tubuh untuk mencerna. Idealnya, beri jarak 2-4 jam setelah makan berat sebelum kamu lari. Hindari juga makanan tinggi serat atau minuman bersoda tepat sebelum olahraga. Kalau butuh energi, camilan ringan seperti pisang 30-60 menit sebelumnya sudah cukup.
Hidrasi yang Cukup: Pastikan tubuhmu terhidrasi dengan baik sebelum mulai lari. Minumlah sekitar 1-2 gelas air (400-600 mL) sekitar 45 menit sebelum berlari. Ingat, minum juga secara berkala selama dan setelah lari untuk mengganti cairan yang hilang.
Jadi, jangan biarkan kram perut menghentikan langkahmu! Dengan memahami penyebab dan melakukan pencegahan, lari bisa jadi aktivitas yang menyenangkan dan bebas rasa sakit. Selamat berlari dan jaga kesehatan, Sobat!
0Komentar